Ketika Anak Kembar Saling Berebut, Apa yang Harus Dilakukan?


                                             (pic by google)

Dikaruniai anak kembar memang ngeri-ngeri bahagia. Kalau dibayangin mungkin alangkah bahagianya ya langsung punya anak dua dalam sekali melahirkan. Membayangkan mereka tumbuh besar bersama, bermain dan bersenda gurau berdua. Rasanya alangkah senang ketika bisa membelikan pakaian yang sama dan digunakan berbarengan, lucu dan imut memang.

Kesenangan itu bukan tanpa hambatan loh. Meski kadang terlihat akur dan mampu bermain bersama-sama namun momen bertengkar bukan menjadi hal yang jarang terjadi. Menghadapi kedua anak kembar saya, rasanya ya itu ngeri tapi bahagia. Momen bahagia hingga senyum-senyum sendiri  jadi hal yang diidam-idamkan tatkala melihat Arfa & Arfi sedang saling suap-suapan cemilan, atau ketika mereka mau bertukar mainan kesayangan.

Namun, momen rebutan makanan hingga mainan juga cukup sering terjadi. Bisa dibilang momen manisnya cuma sebagai penghibur saja, sedang momen bertengkar dan rebutan menjadi hal yang perlu dicari tahu strateginya. Kadang saya merasa khawatir, apakah mereka berdua akan terus bertengkar hingga besar ya? 

Kekhawatiran saya berbuah pada upaya untuk mencari tahu kira-kira bagaimana baiknya menghadapi situasi ini. Beberapa kali saya dan suami mencoba cara-cara yang memungkinkan sebagai trial and error namun tak semua upaya berhasil. Memang inilah seni pengasuhan, berbagai metode harus disiapkan dengan mempertimbangkan sikap dan sifat setiap anak yang unik. Namun, setidaknya  kini ada 4 cara pamungkas yang sering saya dan suami lakukan ketika menghadapi kedua anak saya berebut mainan atau hal lainnya.

1. Memisahkan Keduanya

Yang paling pertama yang saya lakukan tentu saja memisahkan keduanya, apalagi jika perebutan ini sudah sampai pada pelibatan kekerasan fisik seperti dorong, jambak atau menggigit. Dengan terlebih dahulu memisahkannya setidaknya kekerasan fisik bisa dihindari, baru kemudian berlanjut pada tahap selanjutnya.

2. Tanya Keinginan Anak

Biasanya saya akan tanya keinginan dari kedua anak saya. Saya akan tanya apakah anak yang direbut mau meminjamkan mainannya kepada anak yang merebut. Sangat penting mengetahui keinginan anak untuk mengetahui respon apa yang harus kita lakukan. Tekankan kata “pinjam dan bergantian” sebagai upaya problem solving. Bukan tidak mungkin anak yang merebut akan semakin marah dan kecewa ketika keinginannya ditolak, namun penting pula menjaga otoritas anak yang direbut dan hargai keinginannya. Kemudian barulah beri pengertian kepada anak yang merebut untuk sabar dan bergantian. Biasanya saya akan menemaninya hingga rasa kesalnya hilang dan mau memulai bermain bersama kembali.

3. Akui Perasaan Anak

Saya akan akui perasaan dari masing-masing anak. Apakah itu perasaan kesal, sedih atau marahnya. Walau saya tahu persis siapa yang merebut dan siapa yang direbut namun saya akan berupaya untuk tetap tidak menyalahkan salah satunya.

4. Beri Apresiasi

Ketika anak mau berbagi, sabar menunggu bahkan bergantian saya akan beri apresiasi dengan berkata terima kasih atau memeluknya. Tidak perlu memuji secara berlebihan, cukup puji usahanya karena mau saling berbagi.

Walau tidak mudah bukan berarti tidak bisa dilakukan. Pada setiap percobaan yang saya lakukan seringkali saya merasa kalah dan tidak berhasil. Namun, semakin lama saya mampu menemukan cara yang cocok dalam menghadapi kedua anak kembar saya. Sehingga sedikit demi sedikit mereka mau mengerti dan makin lama dipraktikan semakin paham saat kondisi  demikian itu terjadi lagi mereka harus bersikap seperti apa.

Sebenernya cara-cara di atas bukan hanya untuk anak kembar saja, selagi cocok bisa juga dipakai untuk meredakan adik kakak yang seringkali bertengkar karena berebut mainan atau hal lainnya. Pada akhirnya dengan cara yang tepat, bukan hanya orang tua yang membantu anak tapi lebih daripada itu anaklah yang kemudian dengan bijaksana mampu membantu kita menghadapi hal yang sebelumnya kita anggap sulit. 


Komentar

  1. Duluuuu sebelum punya anak, saking pengennya punya anak, selalu berdoa dikasih anak kembar, ternyata setelah punya anak baru tau hectic nya jadi mamak, alhamdulillah cuma dikasih satu bayi tiap lahiran, rupanya drama anak kembar itu ngeri-ngeri bahagia ya😁

    BalasHapus
  2. Aku sempet pengen punya anak kembar. Kayaknya seruuu.. hihi... tapi ternyata takdirnya lahir satu-satu sampe tiga kali 🤭. Nice sharing, mba... bisa diterapkan ke kakak adek yang beda usianya deketan 🥰

    BalasHapus
  3. semoga Allah ijabah doa saya dan suami untuk memiliki anak,. Aamiin
    Dari dulu suka liat anak kembar lucu gitu yaa.. tp bayangin rawatnya hectic tapi seruu.. hehe

    BalasHapus
  4. luar biasa lucunya dan luar biasa hecticnya y mba..heheh

    BalasHapus
  5. Momen anak rebutan mainan emang menantang banget ya mba. Penyelesaiannya harus adil. Yang satu harus merasa haknya terlindungi dan yang satu lagi harus mau bersabar

    BalasHapus
  6. Aku pengen mba punya anak kembar, tapi kepikiran juga si pasti ada hambatannya juga :D

    BalasHapus
  7. Masya Allah jadi ingat keponakan saya yang kembar dan saya sempat mengasuhnya dulu. Dulu pingin punya anak kembar hehe. Alhamdulilah dikasih 5. Nice sharing

    BalasHapus

Posting Komentar

Popular Posts

Di Instagram

Perubahan