Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2021

Ketika Anak Kembar Saling Berebut, Apa yang Harus Dilakukan?

Gambar
                                               (pic by google) Dikaruniai anak kembar memang ngeri-ngeri bahagia. Kalau dibayangin mungkin alangkah bahagianya ya langsung punya anak dua dalam sekali melahirkan. Membayangkan mereka tumbuh besar bersama, bermain dan bersenda gurau berdua. Rasanya alangkah senang ketika bisa membelikan pakaian yang sama dan digunakan berbarengan, lucu dan imut memang. Kesenangan itu bukan tanpa hambatan loh. Meski kadang terlihat akur dan mampu bermain bersama-sama namun momen bertengkar bukan menjadi hal yang jarang terjadi. Menghadapi kedua anak kembar saya, rasanya ya itu ngeri tapi bahagia. Momen bahagia hingga senyum-senyum sendiri  jadi hal yang diidam-idamkan tatkala melihat Arfa & Arfi sedang saling suap-suapan cemilan, atau ketika mereka mau bertukar mainan kesayangan. ...

TTTS (Twin to twin Transfusion Syndrom) Penyebab Kelahiran Prematur Bayi Kembarku

Gambar
Istilah TTTS memang belum lama saya kenali, bahkan saat kehamilan saya di bawah 12 minggu, istilah tersebut masih juga belum saya ketahui. Hal tersebut karena saya baru mengetahui bahwa saya hamil kembar saat usia kandungan 12 minggu. Memang, alih-alih bersedih, saat itu saya dan suami justru sangat senang sekali mengetahui kenyataan bahwa di dalam perut saya ini ada dua detak jantung yang terdengar. Namun, berbeda dengan saya dan suami, dokter kandungan saya saat itu justru terlihat tidak ikut senang. Ia justru khawatir dengan kehamilan kembar ini, ia berkata untuk tetap tenang dan mengetahui secara detail tentang beberapa risiko yang bisa terjadi pada kehamilan kembar. Memahami maksud beliau, sontak saya dan suami ikut terdiam dan justru merasa harus mengetahui lebih dalam mengenai kehamilan kembar ini. Beliau menjelaskan secara detail bahwa kehamilan kembar memiliki risiko prematuritas yang cukup tinggi. Bukan hanya itu, kemungkinan-kemungkinan lain bisa saja terjadi seperti pre...

Membuka Rahasia diri Bermula Ikut Bengkel Diri

Gambar
                              4 Bulan sudah berproses di Bengkel Diri. Memulai dari level 1 hingga kini sudah berada di penghujung level 2. Rasanya seperti benar-benar sekolah lagi, memupuk pengetahuan lagi seperti layaknya dahulu di perkuliahan formal. Kata-kata berilmu yang disampaikan fasilitator terasa nyata dan berenergi, seperti sedang duduk di bangku kelas karena terbayangkan sangat kuat dalam visual. Seperti orang yang kelaparan, kiranya setiap kali berakhir satu tema perkuliahan saat itu pula terasa mengenyangkan. Bukan untuk mengakhiri, rasa cukup tentu saja hanya sementara. Maka, selayaknya ilmu memang sudah seharusnya dipupuk dan diberi makan secara berkala. Di Bengkel Diri ini, rasanya setiap kali merasa lapar lagi terus saja dicukupkan dengan ilmunya yang sistematis dan mengerucut. Detail dan bekesinambungan sehingga, beberapa jawaban yang mengganjal rasanya kemudian terjawabkan dal...

Self Love! Transformasi Kekhawatiran Menjadi Rasa Percaya

Gambar
Pic by Canva Semenjak menjadi Ibu , Rasa-rasanya tingkat kecemasan semakin meningkat. Apalagi dihadapkan dengan dua bayi kembar prematur dalam keadaan sebagai Ibu muda yang belum memiliki pengalaman. Secara jelas dan permanen hal itu pada akhirnya menjadikan keseharian saya penuh kekhawatiran. Hari demi hari yang saya lalui terkadang membuat saya terengah-engah. Harus bergerak dan berpikir dari satu hal ke hal yang lainnya secara cepat dan spontan. Tidak seperti Ibu melahirkan pada umumnya, tiga hari pasca persalinan caesar dan dibolehkan pulang saya sampai di depan pintu rumah tanpa membawa kedua buah hati. Arfa dan Arfi masih harus menginap di NICU untuk   proses pemantauan dan pemulihan. Selama dua minggu saya harus bolak-balik ke rumah sakit sehari dua kali untuk menyusui dan KMC ( kangoroo   mother care ) agar berat badan mereka lekas naik. Proses pemulihan kesehatan Arfa dan Arfi tidak hanya berhenti setelah pulang ke rumah. Mereka harus tetap melakukan kontrol ...