Perubahan


beberapa kali,
sering mendengar kalimat “Lingkungan akan banyak berpengaruh bagi kepribadian seseorang” atau sering juga mendengar teriakan ibu-ibu pada anaknya “jangan main sama si A, anaknya nakal nanti kamu ikut-ikutan nakal”…
atau sering juga menyadari bahwa ada beberapa teman, sahabat, sodara atau kenalan berubah yang tadinya gini jadi gitu, yang tadinya gitu jadi gini, yang tadinya putih jadi abu, yang tadinya abu jadi hitam…pun luar biasanya ada juga loh yang tadinya hitam berubah jadi putih.
di bangku sekolah dasar dulu, waktu rambut masih pirang karena sinar matahari dan masih sering jajan gulali yang kata Ibu pakai pewarna baju, nggak pernah tuh mikirin resiko temenan sama si A atau si B. Dulu yang terpenting kita punya temen main engklek di lapangan sekolah atau main bola bekel dikelas. Se-simpel itu…
dan sampai pada saat dimana waktu berjalan cepat tanpa kompromi, memaksa kita berganti warna seragam dari satu warna menjadi  berwarna-warni maka beriringan dengan itu ada hal dan pola pikir pula yang  harus berganti warna bahkan corak, model, dan bahannya.
tapi, ada banyak sekali warna yang kita bisa pilih, ada banyak pula corak yang harus kita telaah satu persatu, betapa kita harus memilih model yang pas dan kita sukai, betapa kita harus berperang memikirkan warna, corak dan model tanpa mengesampingkan kenyamanan pada bahannya. betapa perubahan sudah mempengaruhi kita tanpa kita sadari, dari yang
dulu hanya akan pakai baju yang disiapkan oleh Ibu sampai pada akhirnya harus memilih sendiri, memilah sendiri, dan menerima konsekuensinya sendiri.
Sayangnya, 
saat kita harus kembali lagi memakai seragam, setelah bertahun-tahun lamanya memakai baju yang berwarna-warni, entah apa namanya ada hal yang membuat kita harus meyakini kalimat ini “Lingkungan akan banyak berpengaruh bagi kepribadian seseorang” atau mensrepublicid bilang “kondisi kita hari ini sama persis dengan kondisi 10 orang teman akrab kita, kita adalah cerminan dari orang-orang disekitar kita”….
bagaimana kiranya kalimat itu bisa disangkal? mungkin bisa… akan ada banyak sekali alasan yang bisa menggoyahkan itu.. tapi kalau pengalaman yang berbicara? atau kenyataan yang membuktikan? Tentu masing-masing orang akan berbeda ceritanya, karena yang tak terlupakan bahwa kita punya kepribadian yang mungkin orang lain nggak punya, atau kepribadian yang orang lain punya belum tentu kita miliki. 
Sementara, ada kenyataan yang telah mengubah kepribadian seseorang, mulai dari gaya berpakaian, cara makan, gaya berbicara, cara berkomunikasi, cara bekerjasama, cara berteman dan bersikap bijak sampai cara menghormati orang lain.
Bahayanya, diranah mengulang masa berseragam ini, ada hal-hal berbahaya yang mengganggu kepribadian siapa saja yang terbawa oleh arusnya. alih-alih mengikuti idealis sendiri eh tau-tau sudah ada diatas pemikiran orang lain, ketika mau lari tau-tau alas kaki hilang satu akibatnya kaki jadi luka sendiri, kalau sudah luka memang orang lain mau ikut merasakan sakitnya?
dimasa ini, sangat sulit melawan diri untuk tidak berubah, dalam kata lain terpengaruh oleh lingkungan (yang tadi sempat dilontarkan kata-kata bijaknya). mau tidak mau berubah menjadi suatu pilihan (suatu ya bukan satu-satunya pilihan). Celakanya ada saja resikonya, parahnya kearah mana kita berubah, kenyataannya tidak semua lingkungan membawa kita kearah yang lebih baik. Pada akhirnya, apakah kita ikhlas terbawa arus lingkungan yang jauh dari idealisme kepribadian kita? Yang disebut kurang baik itu?
Jawabannya, sepintar apa kita bisa memilih warna, corak, model, dan bahan yang nyaman untuk dipakai tanpa melukai idealisme kepribadian diri sendiri. Balik lagi ke kata bijak mensrepublicid, memangnya kita mau menjadi cermin yang menduplikat pribadi buruk lingkungan? (Jelas nggak) jadi berubahlah sepintar mungkin supaya nggak melukai diri sendiri dan orang disekitar.
Soalnya sudut pandang kita akan berubah menjadi aku. tapi jangan disangkutpautkan dengan curhatan. ini hanya pemikiran.

25 Maret 2017
-Chy

Komentar

Popular Posts

Ketika Anak Kembar Saling Berebut, Apa yang Harus Dilakukan?

Di Instagram