Ketika Anak Kembar Saling Berebut, Apa yang Harus Dilakukan?
Dikaruniai anak kembar memang ngeri-ngeri bahagia. Kalau dibayangin mungkin alangkah bahagianya ya langsung punya anak dua dalam sekali melahirkan. Membayangkan mereka tumbuh besar bersama, bermain dan bersenda gurau berdua. Rasanya alangkah senang ketika bisa membelikan pakaian yang sama dan digunakan berbarengan, lucu dan imut memang.
Kesenangan itu bukan tanpa hambatan loh. Meski kadang terlihat akur dan mampu bermain bersama-sama namun momen bertengkar bukan menjadi hal yang jarang terjadi. Menghadapi kedua anak kembar saya, rasanya ya itu ngeri tapi bahagia. Momen bahagia hingga senyum-senyum sendiri jadi hal yang diidam-idamkan tatkala melihat Arfa & Arfi sedang saling suap-suapan cemilan, atau ketika mereka mau bertukar mainan kesayangan.
Namun, momen rebutan makanan hingga mainan juga cukup sering terjadi. Bisa dibilang momen manisnya cuma sebagai penghibur saja, sedang momen bertengkar dan rebutan menjadi hal yang perlu dicari tahu strateginya. Kadang saya merasa khawatir, apakah mereka berdua akan terus bertengkar hingga besar ya?
Kekhawatiran saya berbuah pada upaya untuk mencari tahu kira-kira bagaimana baiknya menghadapi situasi ini. Beberapa kali saya dan suami mencoba cara-cara yang memungkinkan sebagai trial and error namun tak semua upaya berhasil. Memang inilah seni pengasuhan, berbagai metode harus disiapkan dengan mempertimbangkan sikap dan sifat setiap anak yang unik. Namun, setidaknya kini ada 4 cara pamungkas yang sering saya dan suami lakukan ketika menghadapi kedua anak saya berebut mainan atau hal lainnya.
1. Memisahkan Keduanya
Yang paling pertama yang saya lakukan tentu saja memisahkan keduanya, apalagi jika perebutan ini sudah sampai pada pelibatan kekerasan fisik seperti dorong, jambak atau menggigit. Dengan terlebih dahulu memisahkannya setidaknya kekerasan fisik bisa dihindari, baru kemudian berlanjut pada tahap selanjutnya.
2. Tanya Keinginan Anak
Biasanya saya akan tanya keinginan
dari kedua anak saya. Saya akan tanya apakah anak yang direbut mau meminjamkan
mainannya kepada anak yang merebut. Sangat penting mengetahui keinginan anak
untuk mengetahui respon apa yang harus kita lakukan. Tekankan kata “pinjam dan
bergantian” sebagai upaya problem solving. Bukan tidak mungkin anak yang
merebut akan semakin marah dan kecewa ketika keinginannya ditolak, namun
penting pula menjaga otoritas anak yang direbut dan hargai keinginannya.
Kemudian barulah beri pengertian kepada anak yang merebut untuk sabar dan
bergantian. Biasanya saya akan menemaninya hingga rasa kesalnya hilang dan mau
memulai bermain bersama kembali.
3. Akui
Perasaan Anak
Saya akan akui perasaan dari
masing-masing anak. Apakah itu perasaan kesal, sedih atau marahnya. Walau saya
tahu persis siapa yang merebut dan siapa yang direbut namun saya akan berupaya
untuk tetap tidak menyalahkan salah satunya.
4. Beri Apresiasi
Ketika anak mau berbagi, sabar
menunggu bahkan bergantian saya akan beri apresiasi dengan berkata terima kasih
atau memeluknya. Tidak perlu memuji secara berlebihan, cukup puji usahanya
karena mau saling berbagi.
Walau tidak mudah bukan berarti tidak
bisa dilakukan. Pada setiap percobaan yang saya lakukan seringkali saya merasa
kalah dan tidak berhasil. Namun, semakin lama saya mampu menemukan cara yang
cocok dalam menghadapi kedua anak kembar saya. Sehingga sedikit demi sedikit mereka
mau mengerti dan makin lama dipraktikan semakin paham saat kondisi demikian itu terjadi lagi mereka harus
bersikap seperti apa.
Sebenernya cara-cara di atas bukan hanya untuk anak kembar saja, selagi cocok bisa juga dipakai untuk meredakan adik kakak yang seringkali bertengkar karena berebut mainan atau hal lainnya. Pada akhirnya dengan cara yang tepat, bukan hanya orang tua yang membantu anak tapi lebih daripada itu anaklah yang kemudian dengan bijaksana mampu membantu kita menghadapi hal yang sebelumnya kita anggap sulit.

Duluuuu sebelum punya anak, saking pengennya punya anak, selalu berdoa dikasih anak kembar, ternyata setelah punya anak baru tau hectic nya jadi mamak, alhamdulillah cuma dikasih satu bayi tiap lahiran, rupanya drama anak kembar itu ngeri-ngeri bahagia ya😁
BalasHapusAku sempet pengen punya anak kembar. Kayaknya seruuu.. hihi... tapi ternyata takdirnya lahir satu-satu sampe tiga kali 🤭. Nice sharing, mba... bisa diterapkan ke kakak adek yang beda usianya deketan 🥰
BalasHapussemoga Allah ijabah doa saya dan suami untuk memiliki anak,. Aamiin
BalasHapusDari dulu suka liat anak kembar lucu gitu yaa.. tp bayangin rawatnya hectic tapi seruu.. hehe
Pengen punya anak kembar😃
BalasHapusluar biasa lucunya dan luar biasa hecticnya y mba..heheh
BalasHapusMomen anak rebutan mainan emang menantang banget ya mba. Penyelesaiannya harus adil. Yang satu harus merasa haknya terlindungi dan yang satu lagi harus mau bersabar
BalasHapusAku pengen mba punya anak kembar, tapi kepikiran juga si pasti ada hambatannya juga :D
BalasHapusMasya Allah jadi ingat keponakan saya yang kembar dan saya sempat mengasuhnya dulu. Dulu pingin punya anak kembar hehe. Alhamdulilah dikasih 5. Nice sharing
BalasHapus