sembilu yang berpeluru
aku pasrah akan kegelisahan yang rancu, sehingga memicu seteru.
tak terkecuali ketika masa berhasil mengelabui benalu rindu yang menggebu, disudut sore yang ricuh akan kamu.
tapi jangan datang tiba-tiba pada muka pintu, sebab tak semestinya lagi ku buka walau kau bersembunyi d antara tamu yang baru.
atau mungkin ia bersembunyi di antara lihai-lihai waktumu yang melulu kau rancang sebagai sembilu padaku.
tapi tak apa, karena sembilu punya peluru, yang sekali-kali kau lontar dan akan kaku disudut tahu, maka jangan sekali-kali kau kira aku terenyuh dan patuh, jika tamu baru mau aku tahu maka yang maha satu akan mau menunjuk waktu sebagai perantara yang ampuh untuk menusuk kamu, kemudian satu per satu akan jatuh pada harapan-harapan palsu yang sepantasnya terkubur bersama kamu, kamu yang malu mengakui kelihaianmu menutup-nutupi cemburu dan keliru.
Jkt, 28 April 2016
-Chy
Komentar
Posting Komentar