L.A.H
suatu hari, kau tak akan peduli lagi pada siapa hatimu diperuntukan.suatu hari, kau akan mau menerima hal yang telah Tuhan takdirkan padamu.dan setelahnya, kau akan tau bahwa sebaik-baiknya pilihan adalah yang turun dari kekuasaan-Nya.pada saat yang sama, aku menerimamu sebagai keniscayaan yang Tuhan titipkan kepadaku. Aku menerjemahkanmu satu per satu sampai aku paham betul segala gelagat luar biasa yang kau tanamkan jauh sebelum aku mengenalmu. dan aku? menerima cahaya dari Tuhan untuk menuntunku, padamu.disisi yang lain, kau upayakan aku sebagaimana mestinya. kau tuangkan dirimu pada secangkir aku yang awalnya malu-malu menerimamu. yang awalnya masih ragu karena peluru yang jauh menembus aku telah merusak sebagian yang seharusnya utuh. Tapi, kamu, yang tangguh melawan keadaan telah berhasil menelusuri aku yang patah. Memalsukan kekecewaan dibalik ketabahan dan kerendahan hatimu yang dari awal aku sudah tau.sayangnya, aku malu. mengakui kau adalah cahaya itu. kau adalah sebagian yang telah ada dibalik hari-hariku. yang seringkali ku abaikan, yang seringkali ku telantarkan. Padahal, kau telah menjadi kau yang seharusnya.Maka sebelum waktu habis, Aku telah jauh menerimamu, jauh sebelum tulisan ini menjadi kata-kata yang kini bisa kau baca dan pahami.Suatu hari yang lain, aku akan paham, Tuhan telah memautkan takdir diantara ketidaksadaran kita. Karena, kita telah berkata-kata dalam doa yang dirahasiakan satu sama lain, tapi terkabul tepat diantara kau dan aku.Jkt, 01 Nov ‘16
-Chy
Komentar
Posting Komentar