Batas
suatu hari, air mata mengambang, ada dibatasnya yang malu mengakui ada kalimat dibumbui luka didalamnya. Kalimat itu resah menunjukan maksudnya, enggan mengejawantahkan kelu-kelunya.
Kamu yang cukup pintar menjelaskan kata dalam kalimat, mengambil langkah beribu karena takut mengakui ada aku yang lugas didalamnya. Maka, pergi menjadi kata akhir yang lugas sebagai titik. Tanpa salam perpisahan, tanpa air mata yang jatuh pelan-pelan.
JKT, 18 okt ‘16
–Chy
Komentar
Posting Komentar